Minggu, 18 November 2012

Tugas SPK

Nama  : Yugo Prastowo
Kelas   : 4KA05
NPM   : 15109202


SOAL :
Pada suatu kantor instansi membutuhkan pegawai yang terdiri dari tamatan SMP dan SMU sesuai kebutuhan organisasi tsb. Telah ditentukan bahwa untuk tenaga khusus tidak boleh melebihi 60 orang sedangkan untuk tenaga umum tidak boleh melebihi 90 orang. Untuk tenaga khusus dan umum diambil dari lulusan SMP dan SMU.
Demikian juga untuk tenaga SMP diperhitungkan 60% yang khusus sedangkan untuk tenaga SMU diperhitungkan 75% yang umum.
Pertanyaan :
formulasikan model persoalan ini dalam bentuk pemrograman linier apabila dikehendaki jumlah tenaga maksimum 3X jumlah tenaga SMU dan 2X jumlah tenaga SMP
Perhitungkan besarnya tenaga-tenaga SMP dan SMU

silahkan download disini: http://www.mediafire.com/view/?11keisiq69aztd1

Minggu, 01 Juli 2012

SURAT
Pengertian Surat 
Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan, alat bukti tertulis, alat pengingat, bukti historis, dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga. 

Jenis Surat 
Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat dinas, dan surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya. Sedangkan apabila digolongkan berdasarkan berdasarkan pemakaiannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat resmi, dan surat dinas. 

Surat pribadi 
Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri-ciri surat pribadi yaitu: 
1. Tidak menggunakan kop surat
2. Tidak ada nomor surat
3. Salam pembuka dan penutup bervariasi
4. Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
5. Format surat bebas

Surat Resmi 
Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, baik perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya undangan, surat edaran, dan surat pemberitahuan. Ciri-ciri surat resmi: 

1.Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi
2.Ada nomor surat, lampiran, dan perihal
3.Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim
4.Penggunaan ragam bahasa resmi
5.Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi
6.Ada aturan format bakuBagian-bagian surat resmi:
• Kepala/kop surat
Kop surat terdiri dari: 
1. Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar.
2. Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil
3. Logo instansi/lembaga
• Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
• Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
• Hal, berupa garis besar isi surat
• Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
• Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
• Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
• Isi surat

Uraian isi berupa uraian hari, tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan. 
• Penutup surat
Penutup surat, berisi:
1. salam penutup
2. jabatan
3. tanda tangan
4. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP)
• Tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan

Surat Niaga 
Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal. Salah satu contoh dari surat niaga adalan surat penawaran dan surat penagihan. 

Surat Dinas 
Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi. Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi. Ciri-ciri surat dinas: 
1. Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
2. Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
4. Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
5. Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat
6. Format surat tertentu
Surat Lamaran Pekerjaan 
Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat dan dikirimkan oleh seseorang yang ingin bekerja di sebuah kantor, perusahaan ataupun instansi tertentu. Surat lamaran pekerjaan termasuk surat dinas atau resmi. Oleh karena itu, terdapat aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam penulisannya. Secara umum surat memiliki bagian-bagian seperti berikut ini: 
• Kepala surat
• Tempat dan tanggal pembuatan surat
• Nomor surat
• Lampiran
• Hal atau perihal
• Alamat tujuan
• Salam pembuka
• Isi surat yang terbagi lagi menjadi tiga bagian pokok yaitu : 
1. paragraf pembuka
2. isi surat
3. paragraf penutup
• Salam penutup
• Tanda tangan dan nama terang

contoh surat resmi:



 contoh surat dinas



contoh surat pribadi


Senin, 28 Mei 2012

LAPORAN

LAPORAN ADALAH

♣ Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
♣ Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
♣ Laporan merupakan salah satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun nonformal.
♣ Penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system admiistrasi.


DASAR DASAR LAPORAN

1. Merupakan perwujudan dari responsibility pelapor terhadap tugas yang dilimpahkan.
2. Sebagai alat untuk memperlancar kerja sama dan koordinasi maupun komunikasi yang saling mempengaruhi antar perseorangan dalam organisasi.
3. Sebagai alat untuk membuat budgeting (anggaran), pelaksanaan, pengawasan, pengendalian maupun pengambilan keputusan.
4. Sebagai alat untuk menukar informasi yang saling dibutuhkan dalam pekerjaan.


SISTEMATIKA LAPORAN

♣ Bahasa Sebuah Laporan Bahasa yang harus digunakan dalam sebuah laporan formal haruslah menggunakan bahasa yang baik, jelas dan teratur. Selain itu dapat memperlihatkan hubungan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain, antara kalimat satu dengan kalimat yang lain.
♣ Laporan Buku Bertujuan untuk mendorong mahasiswa membaca buku yang diwajibkan serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami isi buku-buku tersebut.
♣ Penutup Merupakan penyajian suatu pengetahuan yang lebih luas mengenai suatu hal tetapi dibuat secara singkat untuk maksud tertentu.


CONTOH LAPORAN RESMI

 Isi Laporan berisi fakta dan data mengenai penelitian, pengamatan, percobaan, pengalaman, dan sebagainya yang diramu menjadi informasi untuk disampaikan kepada pihak lain. Fungsi Penyampaian laporan biasanya dilakukan oleh seorang bawahan kepada atasan, dalam hal ini adalah atasan yang memberikan tugas/perintah atau yang mempunyai fungsi kontrol dan pengawasan atas dirinya atau atas kegiatan yang dilaporkan. Laporan juga bisa bersifat koordinatif (komunikasi horizontal) bila ditulis oleh petugas dengan posisi sejajar dengan pembacanaya. Atas dasar itu pelaporan mengandung empat fungsi : 1. Fungsi Informatif Laporan bisa digunakan sebagai sumber informasi bagi pembacanya 2. Fungsi Pertanggung jawaban Laporan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban penulis terhadap pembaca laporan / atasannya, atau tugas yang harus dan telah dilaksanakannya. 3. Fungsi Pengawasan Dengan membaca laporan, seorang atasan bisa mengawasi bawahan serta tugas yang dilakukan bawahan tanpa harus melihat langsung. 4. Fungsi Pengambilan Keputusan Laporan dari bawahan dapat digunakan oleh atasan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Juga berlaku untuk laporan koordinatif. Seorang Kepala Bagian atau Manajer dapat menggunakan laporan Manajer lain untuk membuat keputusan di bagiannya sendiri.

Jumat, 06 April 2012

Penulisan Ilmiah

PENGERTIAN PENULISAN ILMIAH
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis untuk jenjang Diploma 3 (D3) yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

KERANGKA PENULISAN ILMIAH

BAB 1 PENDAHULUAN
Pada BAB1 penulisan ilmiah berisi latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan dan metode penulisan serta sistematika penulisan. Pada bab ini beberapa teori dijelaskan pada latar belakang masalah, juga alasan dan tujuan dari penulisan ini dijelaskan pada BAB 1.

Sub bab dari BAB 1 :
A. Latar Belakang Masalah

Alasan pemilihan topik pada penulisan ilmiah.
B. Rumusan Masalah
Batasan pada penulisan yang akan ditulis pada penulisan ilmiah.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang dilakukan.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat apa saja yang didapatkan pada penulisan ini ditulis pada bagian ini.
E. Metode Penelitian
Cara yang dilakukan untuk penelitian.
F. Sistematika Penulisan
Susunan penulisan pada setiap bab.

BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori teori dari penelitian yang dilakukan untuk penulisan ilmiah.


BAB 3 METODOLOGI
Bab ini menjelaskan proses penelitian yang dilakukan oleh penili atau penulis.

Sub bab dari BAB 3 :
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Rencana Tindakan
E. Pengumpulan Data
F. Indikator Kerja


BAB 4 PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran tentang penelitian yang dilakukan penulis.


Daftar Pustaka
Berisi :
- referensi buku atau situs yang dipakai sebagai pemandu penulisan.

Jumat, 16 Maret 2012

OSREK-OSREK

Gue punya sahabat dari SMP dan gue gk tau knapa bisa sampe sedekat dan selama ini,padahal di smp juga gk deket-deket banget.sahabat-sahabat gue yakni Rendy,Rizen dan Ryan. Semenjak lulus dari smp kita bener2 mencar sekolahnya si Rendi di SMK di daerah desaputera,si Rizen di SMK 59 dan pindah di SMK didaerah fatmawati kalo gk salah,si Ryan sekolah di SMA favorit yang gue pengen masuk situ juga tapi gk diterima karena nem gw kecil waktu itu, dan akhirnya gw masuk sekolah sma swasta daerah jalan seroja jaksel. Seiring berjalan waktu dan si Ryan bertemu sama seorang yang otaknya sejenis sama kita yaitu Benny,dia satu sekolah sama ryan. Diantara kita, Rizen dan Benny itu paling kuat dalam “makan”,makanan apa aja dimakan sama dia,sampe sampe makanan ikan juga dimakan sama manusia dua itu. Hmm.. lanjut kejudul gue tau kalian pasti bingung dan bertanya dalam hati, makanan apa ini? Yang jelas ini bukanan makanan,ini adalah aktifitas iseng kita dimalam hari. Maksud dari kata “kita” adalah gue gk sendiri dalam melakukan “osrek-osrek”, dan yang menemukan kata osrek-osrek ini adalah sahabat gue Ryan dai menemukan kalimat ini ketika dia sedang naik motor dan mengesekan kakinya ke aspal dan bunyi “srek kesrek kesrek” semnjak itu ini namanya osrek-osrek. Suatu malam yang membosankan gue,Ryan,Rizen dan benny memutuskan untuk pergi menggunakan motor kedaerah monas. Diperjalanan si rizen dan ryan melihat pejalan kaki dan mendekati pejalan kaki itu dari belakang dan menurunkan kakinya ke aspal sambil berteriak “ aaaaaa..aaaaaaa..” serta menggerakkan stir motor kekanan dan kiri secara liar seperti jatuh dan si pejalan kaki itu melihat kearah mereka secara teknis pejalan kaki merasa panik seperti ingin tertabrak dan terlihat ekspresi kaget pejalan kaki dan kami tertawa akan hal itu. Tidak semua ekspresi pejalan kaki sama,ada yang kesal,kaget tapi ada juga yang tertawa. Sejak saat itu,kalau kita sedang bosan biasanya kita osrek-osrek sebagai penghilang rasa bosan.

Penalaran,induksi dan deduksi

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Contoh:
semua makhluk hidup akan mati
manusia adalah makhluk hidup
bunga adalah makhlkuk hidup
hewan adalah makhluk hidup
jadi: manusia,bunga,hewan akan mati

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
contoh:
batang kayu a kalau di beri tekanan pada titik tengahnya akan patah
batang kayu b apabila diberi tekanan pada titik tengahnya akan patah
jadi semua batang kayu apa bila diberi tekanan pada titik tengahnya akan patah

INDUKSI
Induksi adalah proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum.
Ada dua macam Induktif yaitu :

a. Induksi sempurna

Jika putusan umum itu merupakan penjumlahan dari putusan khusus, maka Induksi itu sempurna misalnya :
Jika dari masing-masing Mahasiswa pada suatu Fakultas, diketahui bahwa ia warga Negara Indonesia. Maka dapat diadakan putusan (umum) semua Mahasiawa Fakultas itu warga Negara Indonesia.

b. Induksi tidak Sempurna

Jika putusan umum dari Induksi yang bukan merupakan penjumlahan, melainkan seakan-akan loncatan dari yang khusus kepada yang umum, itulah Induksi yang tidak sempurna.

DEDUKSI
Deduksi adalah proses pemikiran di dalamnya akal kita dari pengetahuan yang umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau proses berpikir dari hal yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus seperti :
Semua makhluk yang bernyawa pasti mati
Manusia adalah makhluk yang bernyawa
Tumbuhan adalah makhluk yang bernyawa
sumber : http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/induksi-dan-deduksi.html